Menulis Lagi ? Bismillah ….
Niat saya untuk menulis lagi setelah vakum satu tahun ternyata tidak mudah. Ada saja alasan untuk tidak nongkrongin blog ini. Mulai dari sibuk lah sampai pada kata malas. Awal tahun 2011 sudah dicoba tuk nge-blog lagi. Tapi ternyata untuk bisa konsisten dalam menulis tidak mudah. Sudah banyak temen yang sering bertanya. “Kapan nulis lagi, Kang? “. Bahkan ada yang nyindir secara halus, “Kok blognya liputan media mulu, kapan nulisnya kang?” Saya hanya bisa menjawab dengan senyuman….
Terkadang memang ada perasaan takut ketika saya akan mulai menulis. Tapi entah apa yang membuatku takut untuk menulis. Beragam perasaan berkecamuk antara takut dan ingin. Pada akhirnya saya harus mencoba lagi untuk menulis meski tidak tahu apa yang harus ditulis, ya… minimal memuat artikel karya orang lain.
Anyway, Bismillah …. Semangat saya untuk nge-blog lagi sudah kembali datang. Saya ber-azzam apapun kondisi saya akan berusaha untuk bisa nongkrong di blog ini. Meskipun hanya sepekan sekali. Semoga.
Untuk Mahasiswaku …
Alhamdulillah, Ujian Tengah Semester telah selesai. Kalian sudah berjuang belajar untuk mendapatkan nilai maksimal. Pun demikian, saya sudah selesai memeriksa hasil ujian Anda semua. Mohon maaf janjinya kemarin untuk ditampilkan, karena ada masalah dengan server, ternyata baru hari ini bisa ditampilkan. Hasilnya ?? yah… ada yang baik, cukup dan juga kurang. Bagi yang baik dan cukup, kalian yang rajin kuliah (dan tentu saja dibarengi dengan belajar). Sedangkan yang kurang, menurut pengamatan saya, kalian yang jarang masuk kuliah.
Meskipun saya tidak pernah mewajibkan anda seratus persen hadir dalam kuliah saya, tapi ternyata tingkat kepahaman kalian sangat kurang jika tidak pernah atau jarang masuk kuliah. Oleh karena itu, mumpung masih ada waktu, masih ada kuis dan ujian akhir semester, rajin-rajin lah belajar datang ke kampus. Bagi yang sudah baik, pertahankan prestasinya, belajar dan tetap semangat ….
Wassalam ..
Nilai UTS MK. Statistika Non Parametrik
Nilai UTS MK. Analisis Pengambilan Keputusan dan Riset Operasi
DPRD Subang Sokong Angket Century
INILAH.COM, Subang – Meski tak memiliki hubungan secara langsung. Namun sebagai gerakan moral, DPRD Kabupaten Subang Jawa Barat mendukung hak angket DPR untuk pengusutan kasus Bank Century.
“Sudah saatnya masyarakat mendapatkan kepastian mengenai kasus Bank Century yang selama ini terkesan timbul tenggelam dan harus mendapatkan dorongan pengusutan oleh anggota DPR yang memiliki hak angket untuk melakukan penyelidikan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang, Agus Masykur, Minggu di Subang (15/111).
Besarnya angka dugaan kerugian negara akibat kasus tersebut, ia menilai, menjadi alasan kuat untuk pengusutan secara tuntas terhadap kasus Bank Century itu. Namun, Agus menegaskan, munculnya hak angket dari anggota DPR diharapkan bukan menjadi lubang kesempatan untuk tawar menawar dengan pemerintah.
“Hak angket ini diharapkan muncul untuk sesuatu yang bernilai baik menuju pengusutan tuntas kasus Bank Century yang diduga melibatkan sejumlah petinggi negara,” imbuhnya.
Sementara itu menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Subang, Ade Sugianto, munculnya hak angket dari DPR itu jangan dinilai dalam persepsi buruk. “Munculnya hak angket dari anggota DPR tersebut adalah upaya penyelidikan untuk kejelasan kasus Bank Century bukan sebagai upaya menjatuhkan citra pemerintah,” kata Ade.
Selain itu, Ade mengatakan, ketika kasus tersebut terungkap dan membuktikan bahwa terdapat petinggi negara yang terlibat maka lembaga penegak hukum dituntut untuk melakukan tindakan profesional tanpa pandang bulu. [*/jib]
Dibalik Gagalnya HNW Jadi Ketua MPR (lagi)
Banyak masyarakat yang bertanya kepada saya alasan Pak Hidayat tidak maju lagi sebagai Ketua MPR. Mereka sangat menyayangkan, tokoh ‘bersih’ ini tidak jadi ketua MPR lagi. Saya mencari jawaban yang wadhih untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut di atas.
Mengapa PKS batal mengajukan Hidayat Nurwahid (HNW) untuk melawan Taufiq Kiemas (TK) sebagai Ketua MPR? Sebenarnya PKS sudah mencoba membuat koalisi dengan PKB dan DPD. Namun, koalisi ini kurang memiliki magnitude.
Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, paket HNW tersebut melemah setelah mundurnya PKB. Karena itu, PKS menyatakan abstain dalam pemilihan ketua MPR.
“Setelah PKB mundur dari paket PKS, PKB dan 3 dari DPD, maka akhirnya paket kehilangan magnitudenya, sehingga diputuskan abstain,” ujar Tifatul melalui rilis yang diterima detikcom, Sabtu (3/10/2009).
INILAH ISI PROTOKOL ZIONIS VERSI MAYER AMSHELL ROTHSCHILD
Bagi temen-temen ingin mengetahui tentang sepak terjang di jagat raya ini, berikut ini dipaparkan Protokol Zionis versi Mayer Amshell Rothschild yang disusun tahun 1773 di Judenstrasse, Frankfurt, Jerman. Protokol ini terdiri dari 25 Butir, yang kemudian dibeberkan dalam Konferensi Zionis I tahun 1897 di Swiss. Mudah-mudah ada manfaatnya.
- Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa. Baca selebihnya »
Paripurna LPJ APBD 2008
Akhirnya hari ini (25 agustus 2009), Paripurna penetapan Peraturan Daerah (Perda) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD Tahun 2008 bisa ditetapkan. Penetapan ini semula dijadwalkan pada tanggal 21 Agustus 2009. Namun karena belum tuntas pembahasan termasuk masih belum turunnya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Padahal Sesuai dengan pasal 184 ayat (1) Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 serta Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang No. 17 Tahun 2004 bahwa Bupati menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa Laporan Keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Imam Besar Al Aqsa Haramkan Aksi NOORDIN M TOP
BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com-Imam besar Masjid Al Aqsha, Palestina, Dr Syeikh Mohammad Mahmud Shiyam, mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan yang mengatasnamakan jihad agama di Indonesia, diharamkan dalam Islam dan tidak dianjurkan.
“Sama sekali tidak diperbolehkan membuat tindakan teror di suatu negara dengan mayoritas penduduknya muslim, seperti di Indonesia, karena hanya akan membuat kaum muslim semakin menderita,” kata dia, dalam silaturahmi dengan jamaah masjid Al Wasyi’i Universitas Lampung (Unila), di Bandarlampung, Minggu (23/8) malam.
”Allahumma Qod Azhallana syahru Ramadhan Wa Hadlara, Fasallimuhu Lana Wasalimna Lahu Warzukna Shiyamahu Waqiyamahu , Warzuqna Fihil Jidda Wal Ijtihada Wan Nasyatha, Wa A’ìdzna Fihi Minal Fitan”.
Ya Allah … Karuniakanlah kepada kami (kemampuan) untk berpuasa dan sholat malam di bulan itu, Anugrahkanlah kpd kami kesungguhan, keseriusan dan keaktifan, serta lindunglah kami dari berbagai fitnah di bulan itu Aamiin..
Sahabat…. dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1430H. Agus Masykur dan Keluarga.
HNW Terima Bintang Mahaputera
Presiden SBY menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atas peran dan jasanya kepada negara. Penghargaan ini membuat Hidayat termotivasi untuk berkerja lebih baik lagi.
“Apa pun bagi saya ini menjadi sarana untuk bekerja lebih baik dan berbakti lebih baik. Ini sebagai motivasi bagi saya,” ujar Hidayat di sela-sela acara aqiqah dua putra kembarnya Daffa-Daffi di rumah dinasnya, Kompleks Menteri Widya Candra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2009).
Penghargaan itu menurut Hidayat adalah upaya untuk meningkatkan kinerja seluruh warga negara Indonesia. Hidayat berharap penghargaan itu tidak menjadi sesuatu yang diperdebatkan atau diirikan.
“Tapi mudah-mudahan menjadi sesuatu bagi kita semuanya untuk menjadi lebih baik,” imbuhnya
Hidayat sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya akan mendapatkan pengharagaan yang disampaikan langsung oleh Presiden SBY di Istana Negara itu. Hidayat merasa penghargaan tersebut adalah penghargaan yang spesial atas kinerjanya saat ini.
“Mungkin itu sesuatu yang sangat spesial, mungkin juga terkait dengan saya di MPR. Dan Insya Allah saya bisa mengelola MPR dengan damai sampai masa akhir jabatan.” tuturnya.
Tahun ini secara keseluruhan ada 41 orang tokoh yang mendapatkan tanda penghargaan. Ada 8 kategori tanda kehormatan yang disampaikan kepada kepala daerah, pimpinan lembaga tinggi negara, ilmuwan, guru besar, tokoh masyarakat dan seniman.
Pertama, tanda penghormatan Mahaputera Adipradana. Penerima tahun ini adalah Hidayat Nurwahid (Ketua MPR), Jimly Asshiddiqie (mantan Ketua MK), Brigjen Pol Purn Taufiequrachman Ruki (mantan Ketua KPK), Mooryati Soedibyo (Wakil Ketua MPR), Muhaimin Iskandar (Wakil Ketua DPR) dan Tosari Widjaya (Wakil Ketua DPR).
Berikutnya adalah bintang kehormatan Mahaputera Utama. Penerimanya kali ini antara lain adalah Erry Riyana Harjapamekas (mantan Wakil Ketua KPK bidang pengawasan internal), Laica Marzuki (Hakim MK), Tumpak H Panggabean (mantan Waka MA bidang penindakan), Albert Karel Ralahalu (Gubernur Maluku), Sinyo Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara), Agustin Teras Narang (Gubernur Kalimantan Tengah), Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat) dan Prof Sangkot Marzuki (Dir Lembaga Eikjman).
Enam kategori berikutnya adalah Mahaputera Pratama, Bintang Jasa Nararya, Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama dan Bintang Budaya Paramadaya. Seluruh pimpinan lembaga tinggi negara hadir dalam upacara penganugerahan pagi ini.


